Tembak Ikan – Istri Dijual Suami Layani 2 Pria Depan Anak

Tembak Ikan - Suami Jual Istri

Tembak Ikan – Kasus suami menjual istri guna melayani pesta seks bertiga alias threesome di Kabupaten Malang, Jawa Timur, kembali menggegerkan banyak pihak. Polisi mengungkapkan fakta baru perihal kasus suami yang menjual istrinya untuk melayani nafsu para pria hidung belang di Malang, Jawa Timur.

Dan rupanya ada syarat khusus yang harus dipenuhi oleh calon klien, yaitu harus memiliki wajah tampan dan dilakukan di hotel yang berkelas.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung memberi keterangan, bahwa selain memasang tarif Rp. 3 juta untuk sekali kencan, tersangka yang berinisial FS (25) yang juga merupakan suami yang sah dari wanita yang berinisial NV (27) juga meminta syarat khusus kepada klien.

NV meminta suaminya, jika menerima order praktek esek-esek bertiga atau dikenal dengan istilah threesome, harus dengan syarat tampan dan dilakukan di hotel berkelas. Yade mengatakan, FS tega menjual istri sendiri karena permintaan dari sang istri.

Akan tetapi polisi menduga, motif kuat dari kasus ini adalah di latarbelakangi fantasi seksual, atau orientasi seks yang menyimpang dari kedua pasutri tersebut. FS juga mengaku kepada penyidik, cemburu ketika melihat sang istri berhubungan badan dengan orang lain.

Ditambah lagi fakta baru yang terungkap oleh polisi adalah, saat istri digauli sang suami juga menonton dan ikut serta menggauli istrinya, bersama dua lelaki lain dan dilakukan di depan anak mereka. FS, yang adalah warga di Kabupaten Malang, Jawa Timur, telah tega menjual tubuh istrinya sendiri, demi memenuhi fantasi seksual lelaki hidung belang serta meraup keuntungan uang.

Tembak Ikan – Pria berumur 25 tahun tersebut, menjual tubuh istrinya yang berinisial NV yang berusia 27 tahun, tidak hanya kepada satu pria saja dan dilakukan dalam waktu yang bersamaan (threesome). Pria yang berinisial FS (25) ini ditangkap oleh Polres Malang, setelah dinyatakan dan jadi tersangka perdagangan orang, dengan menjajakan tubuh istrinya NV (27).

Alhasil, pria tersebut berhasil diringkus Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Malang, sementara dua orang lainnya hanya berstatus sebagai saksi. Yade menjelaskan, FS menjual NV melalui media sosial Facebook.

 

Tembak Ikan - Penginapan Suami Jual Istri

 

 

FS secara rajin menawarkan tubuh sang istri ke grup-grup komunitas yang ada di Facebook. “Modusnya masuk lewat grup-grup yang ada di Facebook. Intinya menyediakan layanan seksual” ungkapnya. Pelaku yang berinisial FS ini adalah warga Desa Sumberejo, Kabupaten Lamongan.

FS ditangkap Tim Satreskrim Polres Malang di dalam hotel di kawasan Karanglo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Turut diamankan juga bersama FS, yaitu seorang perempuan berinisial NV (27), yang tak lain adalah istri sekaligus juga korban yang dijadikan budak seks para pria hidung belang oleh suaminya sndiri.

Tembak Ikan – Tersangka mengaku, setiap kali selesai melakukan hubungan intim bertiga, pengguna atau klien jasa fantasi pasutri ini harus membayar sebesar Rp. 3 juta. Setiawan mengatakan, tersangka dan korban ini adalah pasangan suami istri yang sah. Satu kali hubungan badan, klien harus membayar Rp. 3 juta.

“Ini memang agak unik. Kami mendapat laporan dari masyarakat mengenai layanan fantasi dari suami istri. Atas dasar alasan itu, maka kita lakukan penangkapan” jelasnya.

Setiawan menduga, ada sesuatu yang tidak wajar dari diri tersangka, hingga tega menjual tubuh istrinya sendiri kepada laki-laki lain.

“Ini fenomena sosial yang tidak lazim. Dimana korban seorang perempuan sekaligus istri yang sah dari tersangka” ungkap Setiawan, seusai konferensi pers kepada awak media.

Tersangka Farid Sugiarto (25) yang merupakan penjual istri sah, untuk layanan sex 3some melalui media sosial FB. Pelaku yang berhasil ditangkap Satreskrim Polres Malang, Jawa Timur di salah satu hotel di Malang, dikenal warga sebagai pribadi yang suka bergaul dan sudah menikah sebanyak dua kali.

Sekitar kurang lebih lima belas menit waktu yang dibutuhkan untuk mencari alamat tersangka, dihitung perjalanan dari Lamongan Kota ke arah barat, di Dusun Kaotan RT 04 RW 01, Desa Sumber Rejo.

Dan tidak disangka, rupanya mayoritas warga tempat pelaku tinggal sudah mengetahui kasus yang menjerat Farid, sehingga banyak warga yang tak mau berkomentar saat dimintai keterangan, termasuk juga orang tua dari tersangka.

 

Tembak Ikan - Swinger

 

Tembak Ikan – Setelah polisi berusaha mencari informasi sana sini, polisi mendapatkan keterangan dari salah satu warga yang bernama Bisri (51). Bisri mengiyakan, bahwa Farid Sugiarto yang ditangkap di Malang dalam kasus menjual istri itu, adalah warga Kaotan.

Tapi yang bersangkutan sudah lama tak tinggal disitu, semenjak menikah kembali di tahun 2012 dengan warga Desa Balun, Kecamatan Turi.

“Ia (Farid) emang penduduk disini (Kaotan), tapi udah lama sekitar tiga tahun tak tinggal di sini lagi. Saya enggak tau apa tinggal di desa istrinya atau di mana. Saya juga tau kasusnya dari anak saya yang di Semarang” katanya.

Bisri menjelaskan, kalau Farid sehari-hari sebenarnya adalah pribadi yang baik, cepat bergaul. Walaupun tak bekerja, secara ekonomi dia termasuk dari keluarga yang mampu di desa tempat tinggalnya.

Dia juga menjelaskan, bahwa Farid sebenarnya sudah menikah sebanyak dua kali dan sudah memiliki dua anak. Dari pernikahannya yang pertama, sudah memiliki satu anak lalu bercerai. Sehabis itu, dari pernikahan kedua dengan istrinya yang sekarang, sudah memiliki satu anak.

Warga yang lainnya Ainul (27) juga mengatakan, semenjak menikah yang kedua dengan NV, Farid jarang sekali berkunjung ke Kaotan. Hanya akhir-akhir ini dia terlihat di desanya, sebelum dirinya tertangkap. Ainul juga menerangkan, meski sudah lama mengenalnya sejak masih bujangan, tak ada tanda-tanda yang aneh dari Farid. Dan sejak awal menikah dulu, juga tak ada keanehan.

“Sejak menikah sama NV itu, tak pernah ke sini lagi. Tapi, dua minggu sebelum kasus, sering kelihatan disini. Dulu waktu masih belum menikah, enggak ada keanehan. Ya mungkin karena faktor ekonomi kali ya, karena kan dia enggak kerja, trus punya anak juga” kata Ainul.

Kasat Reskrim Polres Malang Ajun Komisaris Adrian Wimbarda menjelaskan, saat digerebek di hotel sedang melakukan hal mesum, terdapat juga putri pasutri itu di dalam kamar.

“Ada putrinya berumur 4 tahun dikamar, ketika pasutri itu ‘main’ dengan kliennya” ungkap Adrian.

Tersangka dikenakan pasal terkait Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), karena menyediakan layanan seksual baik secara langsung maupun tidak langsung.

”Kami jerat dengan UU Pornografi, dengan ancaman hukuman 6 bulan sampai 6 tahun penjara” kata Setiawan.

Tembak Ikan – Atas perihal kasus ini, polisi menjerat FS sesuai dengan pasal 2 UU nomer 21 tahun 2007, tentang pemberantasan tindak pidana perdagangan orang. Dan juga pasal 30 dan pasal 4 ayat 2 huruf D UU nomer 4 tahun 2004 tentang pornografi, dengan ancaman hukuman 3 tahun sampai 15 tahun penjara.